Jumat, 26 Juni 2009

SEHAT ITU KAYA

Sehat Itu Kaya

Ketika kecil dulu, saya senang sekali jika pada suatu hari saya jatuh sakit.
Sakit bagi saya adalah kesempatan untuk bermanja2, untuk mendapatkan
perhatian lebih dari orangtua saya. Dan pada kasus2 tertentu, jatuh sakit
atau pura2 sakit bisa menjadi alasan terbaik untuk tidak masuk sekolah.

Tetapi sekarang, saat umur makin tua dan kemanjaan makin berkurang, jatuh
sakit justru menjadi suatu kesulitan dan ketidaknyamanan yang menganggu
aktivitas saya. Contohnya seperti kejadian baru2 ini, ketika saya harus
menjalani operasi katarak pada mata saya.

Sebelum operasi dilakukan, saya mengira bahwa ini cumalah soal sederhana:
begitu katarak itu dihancurkan via operasi dan lensa mata yang baru telah
dipasang, maka soalnya jadi beres sudah: penglihatan langsung terang jelas
dan saya tidak perlu membatasi kegiatan2 rutin saya.

Nyatanya tidak sesederhana itu. Operasi ternyata hanyalah satu tahap, tahap
berikutnya pasca operasi benar2 membuat saya merasa repot dan tidak nyaman.
Disamping penglihatan ternyata harus mengalami masa kabur selama 2 atau 3
minggu dan mata terasa tidak nyaman, saya pun harus terus makan obat 2 atau
3 kali sehari, meneteskan obat tetes tertentu tiap 2 jam sekali, memakai
kacamata gelap sepanjang hari untuk melindungi mata dari sinar, menjaga mata
supaya tidak terkena air dan sebagainya. Dan yang paling menyiksa: untuk
waktu yang cukup lama, saya tidak bisa membaca buku atau menonton tv.

Selama menjalan prosedur pasca operasi yang menimbulkan ketidaknyamanan dan
membatasi kegiatan rutin saya sehari2 itulah, baru saya sadari betapa
berharganya kesehatan itu, dan alangkah beruntungnya orang2 yang sehat, yang
jiwa raganya berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam kaitannya dengan
kesadaran ini, saya teringat kata2 dari orang bijak yang berujar, "Manusia
seringkali baru menyadari sesuatu itu berharga ketika ia telah kehilangan
sesuatu itu."

Tanyalah pada seorang penderita kelainan jantung atau penyempitan pembuluh
darah akibat terlalu banyak timbunan kolesterol atau karena kebiasaan
merokok. Bagaimanakah penderitaannya karena kelainan atau penyakitnya itu?
Bagaimanakah rasanya terkena serangan jantung? Bagaimana ketidaknyamanan
hidupnya untuk berpantang makan ini makan itu, untuk tidak boleh berkegiatan
ini berkegiatan itu, untuk harus ingat makan sekian pil pada waktu2 yang
telah ditentukan, untuk terus harus bersiap2 suatu ketika akan dijemput oleh
malaikat maut? Juga, tanyalah pula seperti apa rasa bosannya karena harus
terus bertemu makhluk putih-putih berstetoskop? Dan berapa banyak
pengorbanan materi (baca: duit) yang harus ia lakukan untuk tetap menjaga
hidupnya? Saya yakin dari jawaban2nya, di samping terlontar harapan2 akan
kesehatannya, kita akan menemukan banyak ungkapan2 penyesalan dan rasa "iri"
terhadap orang2 yang sehat.

Bagi seorang anak kecil yang masih suka bermanja2, terkena flu atau demam
boleh saja menjadi kesempatan untuk mendapat perhatian lebih dari
orangtuanya, atau sebagai peluang untuk menghindar dari pelajaran matematika
di sekolah. Tetapi bagi kebanyakan kita, jatuh sakit justru akan menjadi
awal dari kesulitan2 dan ketidaknyaman2 yang membatasi kegiatan kita
sehari2. Dan di masa ketika materialisme berkuasa seperti sekarang ini,
jatuh sakit bisa berarti jatuh miskin.

Bahwa sehat itu adalah kekayaan yang utama, bahwa sehat itu berarti kaya
(tetapi tidak sebaliknya), mungkin banyak orang pernah mendengar dan setuju
dengan pernyataan2 itu. Tetapi bila kita lihat di seputar kita, tampaknya,
kesehatan adalah hal terakhir yang kita sadari untuk disyukuri.

Banyak contoh yang dapat ditulis di sini mengenai wujud dari tiadanya rasa
syukur itu. Antara lain, bermuram durja, putus asa, menyia-siakan energi
muda dengan merokok, begadang, minum minuman keras, minum pil koplo atau
sejenisnya dan sebagainya kegiatan2 tak berguna yang hanya menyakiti dan
merusak diri sendiri.

Jadi, saya percaya, disamping hemat, sehat itu juga pangkal kaya. Karena
sehat itu salah satu dari kekayaan yang utama, maka orang yang sehat adalah
orang yang kaya. Tetapi tidak sebaliknya: apa gunanya kita punya segudang
uang dan emas jika untuk makan coklat sebatang pun kita tak boleh atau tak
bisa?
(sumber tidak diketahui)

Rabu, 24 Juni 2009

MENGAKTIFKA FITUR SPELL-CHEK DI FORM FIREFOX

Firefox 3 hadir dengan fitur spell-checker yang sangat berguna. Fasilitas ini biasanya akan tampak gunanya saat kita sedang melakukan posting. Kita akan diperingatkan kalau dari kata-kata yang kita ketikkan ada yang salah. Tetapi kelemahannya di sini, fitur ini tidak bisa bekerja di web form. Apakah ada cara mengaktifkannya?

Saat melakukan posting seperti di Google Docs atau di forum-forum online, fitur ini akan memberi peringatan berupa garis berwarna merah di bawah kata-kata yang salah ejaannya. Dengan klik kanan di kata yang salah itu kita akan mendapatkan saran kata dengan ejaan yang benar.

Tentu fitur menarik seperti ini juga ingin kita pakai di web form. Untungnya fitur ini bukannya tidak ada untuk bagian ini. Tepatnya di sini, belum diaktifkan.

Blogger PCWorld akan menunjukkan beberapa langkah mudah, maka spell checker akan segera tersedia di web form Firefox Anda:
1. Buka Firefox, kemudian ketikkan about:config pada bagian address bar dan kemudian tekan Enter.
2. Di kotak Filter, ketikkan spellcheck.
3. Klik kanan pada layout.spellcheckDefault, dan kemudian pilih Modify. Naikkan nilainya ke 2.
4. Restart kembali Firefox Anda.

Sekarang spell-checker seharusnya akan selalu berfungsi di kebanyakan form. (pcw/cax)

Sumber: Kapanlagi.com

Jumat, 19 Juni 2009

ADA OBAT DI SEKITAR KITA

Sering kita tidak menyadari hal di sekeliling kita bisa di jadikan obat untuk menyembuhkan penyakit....dan dapat di pakai untuk keaddan darurat.

MENGHILANKAN HIDUNG MAMPET

  • GUNAKAN GARAM DAPUR BERI AIR SEDIKIT LALU TEMPELKAN DI HIDUNG

MENGOBATI SAKIT MAAG

  • MINUM JUS KOL 1 LITER /HARI (dibuat dari 250 gram kol) KARNA KOL MENGANDUNG ASAM AMINO GLUTAMIN YANG DAPAT MENINGKATKAN ALIRAN DARAH KE PERUT MEMBERIKAN NUTRISI BAGI SEL DALAM LAMBUNG DAN USUS HALUS,MEMBANTU MELINDUNGI LAPISAN PERUT DAN MENGOBATI LUKA PADA SALURAN PENCERNAAN
MENGHILANGKAN BAU MULUT

  • UNTUK MENGHILANGKAN BAU MULUT DAPAT DI HILANGKAN DENGAN CARA MEMBUAT REBUSAN DAUN SIRIH LALU KUMUR-KUMUR PADA PAGI DAN MALAM HARI

Kamis, 18 Juni 2009

PERBAIKI HANDPHONMU SENDIRI

menghilangkan VIRUS PADA PH NOKIA SIMBIAN

BEBERAPA CARA BISA KAMU PAKAI DIANTARANYA:

1.CODE *#7370# UNTUK PIN 1234

2. TEKAN SECARA BERSAMAAN TOMBOL HIJAU UNTUK TLP, ANGKA3, DAN PAGAR (tekan dan tunggu hingga berkedip/tunggu hingga muncul factory setting)

*seluruh data yang tersimpan pada handphone akan hilang maka sebaiknya save data yang menurut kalian penting/lebih baik memori card anda ikut di format untuk memastian tidak ada virus yang yang tersisa
selamat mencoba

Sabtu, 13 Juni 2009

Sebuah jam

Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang
sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak
paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam
terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh enam
ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping
seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam
harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam
ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada
si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali
setiap detik?" "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam
dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali
setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu
dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu
tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti
ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan
yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah
menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita
anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya